Forgiveness and Love – a spiritual lesson from Les Miserables The Movie

Baru beberapa hari lalu saya berkesempatan nonton film Les Miserables bersama teman-teman saya. Terus terang selama ini saya belum pernah membaca novelnya ataupun menonton film versi lamanya. Hanya sering mendengar bahwa novel Les Miserable yang dikarang oleh sastrawan Perancis abad 19- Victor Hugo ini, yang dipublikasikan tahun 1862, sangatlah terkenal dan masuk kedalam daftar selusin novel terbaik sedunia.

Film adaptasinya yang baru sangat berciri khas Holywood dengan deretan all star castnya seperti Hugh Jackman, Russel Crowe, Anne Hathaway, Amanda Seyfried dan lainnya. Bagusnya film tersebut mempertahankan ciri khas musikal yang diangkat dari pertunjukan Broadwaynya yang sudah lama populer. Para aktor pun memainkan peran yang apik termasuk menunjukan kebolehannya bernyanyi. Secara singkat film ini saya beri nilai 9 dari skala 10, dengan alasan cerita yang bagus, akting yang bagus, editing yang apik dan keseluruhan komposisi musik yang luar biasa.

Okelah, tujuan saya menulis blog ini bukan untuk sekadar memuji-muji film tersebut. Tetapi saya ingin menulis sesuatu yang amat terkesan dari film tersebut yaitu nilai dan makna yang dikandungnya, yaitu Pengampunan dan Cinta Kasih atau kerennya Forgiveness and Love. Saya yakin teman-teman sudah banyak yang tahu plot-nya. Bila tidak, mungkin bisa langsung membaca dari link berikut: http://en.wikipedia.org/wiki/Les_Mis%C3%A9rables.

Continue reading

Mahasiswa Mencontek – Mau Jadi Apa?

Baru minggu lalu saya me-reposting artikel saya yang berjudul “Mahasiswa dan Dosen di Indonesia – Quo Vadis?”, di dua hari berikutnya saya memeriksa lembar ujian tengah semester dari kelas Riset Pemasaran saya di Unika Atmajaya, saya mendapati laporan berita acara memberitahukan saya ada dua orang mahasiswa yang mencontek, disertai buktinya. Saya langsung geleng-geleng kepala. Kenapa mereka sampai mencontek? Apa karena memang tidak bisa dan hanya ingin mendapatkan nilai saja?

Continue reading

Idealisme Ilmu Ekonomi vs Realita Ekonomi

Kemarin saya mendapatkan email dari milis alumni FEUI, yang isinya berupa pesan-pesan dari mendiang Prof Widjojo Nitisastro kepada para mahasiswa dan alumni FEUI. Pesan-pesan tersebut dapat dilihat di website ILUNI FEUI, dan saya re-posting kembali dibawah ini:

“Berikut adalah pesan-pesan almarhum, dua hal untuk mahasiswa FEUI dan dua hal untuk alumni FEUI (yang tulisan aslinya dapat dilihat di sekretariat ILUNI FEUI Kampus UI Salemba).

Leadership as to leave a legacy

Kita sudah sering membaca artikel-artikel dan buku-buku mengenai kepemimpinan, namun pada umumnya hanya mengutarakan kesuksesan sang pemimpin pada masa jayanya. Dan ceritanya berlanjut setelah tidak lagi menjabat, pemimpin tersebut kehilangan pengaruhnya. Menurut saya pribadi, seorang Pemimpin tidaklah sukses jika hanya mampu berpengaruh pada masa jabatannya. Karena kepemimpinan itu bukan berdasarkan jabatan, namun berdasarkan tingkat pengaruhnya terlepas dari posisi atau kedudukan yang sedang disandangnya.

Continue reading